Rancangan Proses Pembelajaran

MODUL AJAR KEWIRAUSAHAAN KELAS XII FASE F

MODUL AJAR KEWIRAUSAHAAN KELAS XII FASE F

Jumat, 28 November 2025 16:16 WIB
29 |   -

KREASI BUNGA BUKET DAN VAS

" Mengembangkan Kreativitas dan Semangat Wirausaha melalui Kreasi Bunga Buket dan Bunga Vas" "

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

: Siswa mampu merancang dan memproduksi kreasi bunga

buket atau bunga vas menggunakan bahan daur ulang, mengidentifikasi prinsip desain estetika, dan merancang ide kewirausahaan sederhana berbasis kerajinan bunga hias.

Tujuan Umum

: " Mengembangkan Kreativitas dan Semangat Wirausaha

melalui Kreasi Bunga Buket dan Bunga Vas"

: Prakarya dan Kewirausahaan

: Kerajinan

: XII / Ganjil

: 2 JP (90 menit)

: Fiki Vernandes

: 2025/2026

Judul Modul

 

Mata Pelajaran Bidang Kelas/Semester Alokasi Waktu Guru Pengajar

Tahun Ajaran

MODUL AJAR

 
   
 

 

 

 

Identifikasi Awal

Identifikasi Awal

  1. Pengetahuan Awal Siswa
    • Siswa telah mempelajari dasar-dasar kerajinan dari bahan daur ulang, seperti pemotongan dan penempelan kertas krep atau kain bekas pada pertemuan sebelumnya.
    • Siswa memahami prinsip dasar desain, seperti keseimbangan warna dan bentuk dalam kerajinan.
    • Siswa memiliki pengalaman dasar dalam membuat aksesoris sederhana, seperti hiasan dari kawat dan pita.
  2. Minat Siswa
    • Siswa menunjukkan ketertarikan pada kerajinan

bunga hias karena nilai estetika dan potensi ekonomi

 

 

(misalnya, penjualan buket untuk acara ulang tahun atau pernikahan).

  • Beberapa siswa tertarik pada aspek kreatif, seperti menggabungkan bahan alami dengan daur ulang untuk dekorasi ruangan.
  • Siswa menyukai kegiatan hands-on yang melibatkan imajinasi dan eksperimen desain, terutama dalam konteks kolaborasi dengan stakeholder luar untuk ide pemasaran nyata.

c. Gaya Belajar

  • Visual: Siswa lebih mudah memahami melalui gambar, sketsa, atau video tentang teknik pembuatan buket.
  • Kinestetik: Siswa senang melakukan praktik langsung, seperti merangkai bunga dari kawat dan kertas.
  • Auditori: Siswa memahami instruksi melalui penjelasan lisan atau diskusi kelompok tentang ide pemasaran.
  • Pendekatan kelompok dan individu akan digunakan untuk mengakomodasi berbagai gaya belajar, dengan penekanan pada PBM untuk mendorong siswa mengelola masalah desain secara mandiri.

·

Materi Pelajaran

Fokus: Kreasi bunga buket dan bunga vas menggunakan bahan daur ulang atau alami sebagai bentuk kerajinan kewirausahaan, diintegrasikan dengan kegiatan PKWU yang dikelola guru-siswa melalui PBM (misalnya, identifikasi masalah desain seperti "Bagaimana membuat buket ramah lingkungan yang marketable?") dan keterlibatan satuan pendidikan dengan stakeholder seperti pengrajin lokal untuk mentoring.

Submateri: Teknik pembuatan bunga buket dan vas (pemotongan kertas krep, pembentukan kawat, wrapping pita).

Identifikasi masalah umum dalam kerajinan (ketidakseimbangan desain, bahan mudah rusak) dan solusinya melalui diskusi PBM.

Pengemasan dan pemasaran kreasi bunga sebagai produk wirausaha, dengan masukan dari stakeholder eksternal.

Dimensi Profil Pelajar Pancasila

Beriman: Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia: Menghargai keindahan alam melalui kreasi dari bahan daur ulang.

Mandiri: Siswa mampu merancang dan memproduksi kreasi secara mandiri dan mengambil keputusan dalam pemecahan masalah desain melalui PBM.

Gotong Royong: Bekerja sama dalam kelompok untuk merangkai buket dan mendiskusikan strategi pemasaran, termasuk kolaborasi dengan stakeholder.

Kreatif: Mengembangkan ide inovatif untuk desain bunga hias yang marketable, terinspirasi dari kemitraan eksternal.

Bernalar Kritis: Menganalisis prinsip desain dan mencari solusi berdasarkan pengamatan, dikelola secara kolaboratif oleh guru dan

siswa.

Desain Pembelajaran

a. Capaian Pembelajaran (CP)

Siswa mampu memahami, menerapkan, dan menganalisis teknik kerajinan bunga buket dan vas serta mengembangkan keterampilan kewirausahaan melalui pengemasan dan pemasaran produk kerajinan hias, dengan kegiatan PKWU yang dikelola guru bersama siswa melalui PBM untuk memecahkan

masalah desain nyata, serta satuan pendidikan melibatkan stakeholder

 

 

seperti komunitas UMKM untuk berbagi praktik kewirausahaan.

b. Tujuan Pembelajaran (TP)

  1. Siswa dapat menjelaskan teknik pembuatan bunga buket dan vas (pemotongan, pembentukan, wrapping) dengan benar, melalui eksplorasi PBM yang dikelola kelompok siswa.
  2. Siswa mampu mengidentifikasi masalah pada kreasi bunga (misalnya, ketidakseimbangan) dan memberikan solusi berdasarkan pengamatan, dengan bimbingan guru dan masukan stakeholder.
  3. Siswa dapat merancang kemasan sederhana untuk kreasi bunga sebagai produk kewirausahaan, melalui kolaborasi dengan satuan pendidikan dan pihak eksternal.

c. Lintas Disiplin Ilmu

  • Seni Rupa: Pemahaman tentang prinsip desain (warna, bentuk, tekstur).
  • Ekonomi/Kewirausahaan: Strategi pemasaran dan pengemasan produk.
  • Lingkungan: Penggunaan bahan daur ulang untuk kerajinan ramah lingkungan.

d. Topik Pembelajaran

  • Kreasi bunga buket dan vas dari bahan daur ulang.
  • Pengemasan dan pemasaran kerajinan bunga hias.

e. Praktik Pedagogik

Pendekatan Deep Learning dengan metode PBM yang dikelola guru-siswa: Siswa memimpin identifikasi masalah (misalnya, "Desain buket yang gagal menarik pembeli karena kurang estetis"), guru fasilitasi diskusi, dan satuan pendidikan undang stakeholder untuk sesi sharing. Metode:

  • Eksplorasi: Siswa mengamati contoh kreasi dan mengidentifikasi prinsip desain melalui PBM kelompok.
  • Aplikasi: Siswa mempraktikkan teknik pembuatan buket/vas.
  • Kreasi: Siswa merancang kemasan kreatif dengan feedback stakeholder.
  • Berbagi: Siswa mendiskusikan hasil pengamatan dan rancangan dalam kelompok, termasuk presentasi ke stakeholder.

f. Kemitraan Pembelajaran

  • Kegiatan dikelola guru bersama siswa melalui PBM, di mana siswa bertanggung jawab mengajukan masalah dan solusi awal, guru memoderasi.
  • Satuan pendidikan libatkan stakeholder seperti pengrajin lokal/UMKM kerajinan bunga untuk berbagi pengalaman (misalnya, sesi virtual 10 menit via Zoom untuk tips pemasaran), orang tua untuk demo bahan rumah tangga, dan komunitas lingkungan untuk aspek daur ulang.
  • Kolaborasi antar siswa dalam kelompok untuk menyelesaikan tugas, dengan output berupa proposal kewirausahaan yang dibagikan ke stakeholder.

g. Lingkungan Belajar

  • Lokasi: Ruang kelas atau Laboratorium prakarya sekolah SMAN 1 Pulau Punjung, dengan sesi tambahan di ruang serbaguna untuk keterlibatan stakeholder.
  • Suasana: Kolaboratif, mendukung kreativitas, dan berbasis proyek, dengan elemen PBM untuk mendorong inisiatif siswa.

h. Pemanfaatan Media Digital

  • Video tutorial tentang kreasi bunga buket (diakses melalui proyektor atau ponsel siswa).
  • Aplikasi Canva untuk merancang kemasan produk (opsional, jika tersedia perangkat).
  • Grup WhatsApp kelas untuk berbagi hasil refleksi dan foto kegiatan,

termasuk koordinasi dengan stakeholder.

 

PENGALAMAN BELAJAR

Pertemuan 9

 

NO

KEGIATAN PEMBELAJARAN

ALOKASI

WAKTU

I.

a. Awal (15 menit)

Tujuan: Membangun koneksi emosional, mengaktifkan pengetahuan awal, dan menyalakan semangat melalui pengalaman positif, sambil memperkenalkan PBM yang dikelola guru-siswa dengan kaitan ke stakeholder. Bagian ini dirancang mendalam dengan transisi halus dari mindful ke joyful, untuk memastikan siswa siap berpikir kritis sejak awal.

Pembukaan dan Mindful Learning (3 menit):

Guru memulai dengan salam hangat dan absensi cepat (roll call dengan twist: setiap siswa sebut nama sambil tunjuk sketsa bunganya, "Halo, saya [Tegar], buket saya hari ini cerah seperti matahari!"). Lanjutkan dengan latihan mindful breathing: Siswa duduk nyaman, tutup mata, tarik napas dalam 4 detik sambil visualisasikan "kelopak bunga buket mekar penuh warna, seperti ide kreatif yang tumbuh dari tangan kita". Ulangi 3 kali (exhale 4 detik). Ini untuk membangun fokus dan koneksi dengan kreativitas, mengurangi stres belajar (sesuai prinsip Deep Learning untuk character building). Transisi: "Sekarang, mari kita ubah napas tenang ini menjadi energi kreasi kolaboratif!"

Apresiasi dan Meaningful Learning (4 menit):

Guru fasilitasi apresiasi kelompok kecil (2-3 siswa): Bagikan foto atau ingat kegiatan sebelumnya (kerajinan dasar). Setiap siswa ceritakan satu pencapaian pribadi, misalnya: "Siswa bangga karena sketsa bunganya sudah seimbang warnanya!" Guru respons dengan pujian spesifik: "Wah, itu menunjukkan imajinasimu seperti desainer profesional!" Buat meaningful dengan cerita singkat (1 menit): "Bayangkan, buket ini bukan hanya hiasan, tapi simbol kebahagiaan—seperti remaja kita yang merangkai mimpi wirausahaan dari barang bekas, merambat ke kesuksesan hijau, dengan bantuan pengrajin lokal sebagai mitra." Ini untuk menghubungkan pengalaman siswa dengan nilai lingkungan nyata, mendorong citizenship melalui kemitraan.

 

Motivasi dan Joyful Learning (8 menit):

Bagian ini dibuat asik untuk menyalakan api semangat, dengan gamification dan elemen kejutan agar siswa tertawa dan excited, sambil kaitkan ke PBM dan stakeholder. Aktivitas utama: "Petualangan Desainer Bunga: Tebak

Masalah, Raih Bintang Kreatif!" (terinspirasi dari inquiry learning untuk

15 Menit

 

NO

KEGIATAN PEMBELAJARAN

ALOKASI

WAKTU

 

kerajinan hias, dikelola siswa melalui PBM sederhana).

Langkah Spesifik: Guru putar video pendek (2 menit, dari YouTube atau rekam sederhana) : Transformasi kertas bekas menjadi "buket mewah" di pasar online remaja, lengkap dengan musik upbeat dan efek slow-motion rangkaian bunga. Narasi: "Lihat, Rina (remaja 16 tahun) mulai dari kertas krep seperti kalian, sekarang jualan untung Rp500.000/bulan dengan kolaborasi pengrajin lokal—kamu bisa seperti dia!" (Cerita inspiratif ini untuk memotivasi kewirausahaan, menunjukkan relevansi nyata melalui stakeholder).

Masuk game: Bagikan 5 kartu masalah desain (cetak gambar: buket miring = ketidakseimbangan; warna clash = kurang harmoni; pita lepas = lem buruk; bentuk kusut = potong tidak rapi; rangkaian indah = sukses). Kelompok acak (3-4 siswa) tebak masalah sambil role-play "desainer bunga" (satu siswa akting masalah, yang lain tebak dengan props lucu seperti gunting mainan). Waktu: 3 menit per ronde, skor poin (1 poin per tebakan benar). Siswa kelola diskusi tebakan sebagai mini-PBM: "Apa solusi dari pengrajin nyata?"

Elemen Joyful Asik: Tambah twist humor—kalau salah tebak, diberi "hukuman" ringan seperti joget "bunga mekar" (gerakan tangan seperti kelopak bunga terbuka). Pemenang kelompok dapat hadiah stiker "Master Desainer" atau pita mini. Guru tutup dengan: "Game ini bukan main-main, tapi skill nyata untuk usaha sukses—siap kreasi buket kalian sendiri, dengan masukan dari mitra sekolah?"Pendalaman: Aktivitas ini bukan hanya fun, tapi mendalam karena siswa langsung terapkan konsep (identifikasi masalah via PBM), bangun kolaborasi (role-play), dan motivasi intrinsik (hadiah simbolis + cerita sukses remaja dengan stakeholder). Evaluasi cepat: jempol ke atas jika "siap berkreasi!" (100% partisipasi target).

 

II.

b. Inti (70 menit)

Eksplorasi (15 menit): Siswa dibagi menjadi kelompok (4-5 orang) untuk mengamati contoh bunga buket dan vas dari bahan daur ulang, dikelola melalui PBM: Siswa identifikasi masalah desain (misalnya, "Buket ini kurang marketable karena..."), guru fasilitasi. Siswa mencatat prinsip desain (keseimbangan, warna) menggunakan lembar observasi, dengan referensi dari stakeholder (foto kreasi UMKM).

Aplikasi  (15  menit):  Setiap  kelompok  mempraktikkan  teknik  kreasi

(pemotongan kertas krep, pembentukan kawat, wrapping pita), dengan bimbingan guru dan tips singkat dari rekaman stakeholder. Guru memandu

70 Menit

 

NO

KEGIATAN PEMBELAJARAN

ALOKASI

WAKTU

 

dan memberikan umpan balik kolaboratif.

Investigasi (10 menit): Siswa mendiskusikan masalah yang ditemukan (misalnya, ketidakseimbangan) dan mencari solusi berdasarkan referensi (buku, internet, atau penjelasan guru), termasuk ide dari kemitraan sekolah. Evaluasi (10 menit): Setiap kelompok mempresentasikan hasil observasi dan solusi yang diusulkan (2 menit per kelompok), dengan umpan balik dari guru sebagai perwakilan stakeholder.

Kreasi (15 menit): Siswa merancang kemasan sederhana untuk kreasi bunga (misalnya, kotak dengan label atau hiasan daur ulang), terinspirasi dari praktik wirausaha stakeholder. Bahan: Kertas, spidol, pita, atau bahan bekas.

Berbagi (5 menit): Setiap kelompok menunjukkan rancangan kemasan dan menjelaskan konsepnya kepada kelompok lain, dengan rencana follow-up ke

stakeholder via grup digital.

 

III.

c. Penutup (10 menit) Refleksi (5 menit):

Siswa menuliskan refleksi individu: “Apa yang saya pelajari hari ini? Apa tantangan yang saya hadapi dalam PBM, dan bagaimana stakeholder membantu?”

Guru memfasilitasi diskusi singkat tentang pengalaman belajar kolaboratif.

Penutup (5 menit):

Guru merangkum pentingnya kreasi kerajinan dan potensi kewirausahaan melalui pengelolaan PKWU yang melibatkan guru-siswa dan stakeholder.

Memberikan tugas rumah: memproduksi kreasi bunga di rumah dan mencatat ide pemasarannya selama seminggu, lalu bagikan ke grup untuk feedback

stakeholder.

10 Menit

 

ASESMEN

 

  1. Asesmen Awal
    • Bentuk: Tanya jawab lisan dan observasi.
    • Tujuan: Mengidentifikasi pengetahuan awal siswa tentang teknik kerajinan bunga hias, termasuk pemahaman awal PBM.
    • Contoh Pertanyaan:
    • Apa saja prinsip dasar desain untuk buket bunga?
    • Apa yang terjadi jika rangkaian bunga tidak seimbang, dan bagaimana PBM membantu menyelesaikannya?
  2. Asesmen Proses
    • Bentuk: Observasi selama kegiatan eksplorasi, aplikasi, dan kreasi.
    • Indikator:
 
    • Keaktifan siswa dalam diskusi kelompok dan inisiatif PBM.
    • Ketepatan dalam mempraktikkan teknik kreasi.
    • Kreativitas dalam merancang kemasan, dengan integrasi masukan stakeholder.
    • Alat: Lembar observasi guru.
  1. Asesmen Akhir
    • Bentuk: Presentasi kelompok dan produk kemasan.
    • Indikator:
    • Kemampuan menjelaskan hasil observasi dan solusi masalah desain melalui PBM.

 

Mengetahui                                                                                   Pulau Punjung,   Juli 2025

Kepala Sekolah SMAN 1 Pulau Punjung                                       Guru Mata Pelajaran

 

 

Dr. NOFSRI SURYANA, S.Pd, M.M                                                Fiki Vernandes, S.Pd

NIP. 19691117 199702 2 001                                                            NIP. 19901230 202012 1 011

 

Rubrik Penilaian

No.

Kriteria Penilaian

Indikator Utama

Skala 1 (Kurang)

Skala 2 (Cukup)

Skala 3 (Baik)

Skala 4 (Sangat Baik)

Bobot (%)

 

 

 

 

1

 

 

Penjelasan Hasil Observasi dan Solusi Masalah Desain melalui PBM

Kemampuan siswa menjelaskan observasi prinsip desain (keseimbangan, warna) dan solusi masalah (misalnya, ketidakseimbangan) yang diidentifikasi secara kolaboratif dengan guru dan stakeholder.

 

 

 

Tidak jelas, minim fakta, tidak ada kaitan dengan PBM.

 

 

Jelaskan dasar tapi tidak mendalam, sedikit kaitan PBM.

 

 

Jelaskan dengan baik, ada contoh PBM

sederhana.

 

 

Jelaskan komprehensif, integrasi PBM kuat dengan masukan stakeholder.

 

 

 

 

30

 

 

2

 

Kreativitas dan Estetika Produk Kreasi

Kualitas desain bunga buket/vas (harmoni warna, bentuk inovatif, penggunaan bahan daur ulang) dan kemasan (label, hiasan).

 

Desain biasa, tidak estetis, minim inovasi.

Desain sederhana, ada upaya estetika tapi kurang harmonis.

Desain menarik, estetika baik dengan elemen kreatif.

 

Desain inovatif, estetika tinggi, ramah lingkungan dan marketable.

 

 

25

 

 

 

3

 

 

Potensi Kewirausahaan dari Kemitraan

Integrasi ide pemasaran (target pasar, harga, slogan) yang terinspirasi dari stakeholder (misalnya, UMKM lokal), termasuk rencana kolaborasi sekolah.

 

Tidak ada ide kewirausahaan, minim kaitan stakeholder.

 

Ide dasar tapi tidak realistis, sedikit masukan eksternal.

 

Ide pemasaran sederhana, ada kaitan stakeholder.

 

Ide kewirausahaan matang, kuat integrasi kemitraan untuk potensi usaha nyata.

 

 

 

25

 

 

4

 

Kolaborasi dan Presentasi Kelompok

Kerja sama dalam presentasi (2 menit/kelompok), keaktifan semua anggota, dan respons terhadap umpan balik.

 

Minim kolaborasi, presentasi acak, tidak responsif.

Kolaborasi dasar, presentasi cukup tapi kurang kohesif.

Kolaborasi baik, presentasi lancar dan interaktif.

 

Kolaborasi optimal, presentasi dinamis dengan elemen joyful.

 

 

20

 

MATERI PEMBELAJARAN: KREASI BUNGA BUKET DAN BUNGA VAS

 

Materi ini dirancang untuk mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (PKWU) pada bidang Kerajinan, dengan pendekatan Deep Learning melalui Project Based Learning (PBL) dan Pendekatan Berbasis Masalah (PBM). Fokus utama adalah mengembangkan kreativitas siswa dalam membuat kreasi bunga buket dan bunga vas dari bahan daur ulang, sambil mengintegrasikan aspek kewirausahaan seperti pengemasan dan pemasaran. Kegiatan ini dikelola secara kolaboratif oleh guru dan peserta didik melalui PBM (misalnya, "Bagaimana membuat buket yang estetis dan marketable dari limbah rumah tangga?"), serta melibatkan satuan pendidikan dengan stakeholder seperti komunitas pengrajin lokal untuk mentoring.

Tujuan: Siswa mampu memahami teknik dasar, mempraktikkan kreasi, dan merancang produk wirausaha sederhana.

Bahan dan Alat Bahan Umum (Daur Ulang dan Alami):

  • Kertas krep bekas atau warna-warni (untuk kelopak bunga).
  • Kawat bunga atau kawat bekas (untuk batang).
  • Pita, renda, atau kain bekas (untuk wrapping).
  • Botol plastik bekas (untuk vas atau elemen dekorasi).
  • Lem tembak, selotip, atau lem kertas.
  • Cat air atau spidol permanen (untuk pewarnaan).
  • Daun hijau dari kertas HVS bekas atau kain perca. Alat:
  • Gunting, tang potong, dan penggaris.
  • Tusuk sate atau stik es krim (untuk penyangga).
  • Proyektor atau smartphone untuk tutorial video.

Submateri 1: Teknik Kreasi Bunga Buket dari Kertas KrepFokus: Membuat buket bunga sederhana (misalnya, model tulip atau morning glory) yang ramah lingkungan, dengan prinsip desain estetika (keseimbangan warna, bentuk harmonis).Langkah-langkah Pembuatan (Berdasarkan Tutorial Sederhana):

  1. Persiapan Pola: Potong kertas krep menjadi bentuk kelopak bunga (sekitar 10x15 cm per kelopak). Lipat kertas menjadi 4-6 lapis untuk efisiensi, lalu gunting pola oval atau hati untuk kelopak tulip. Gunakan botol bekas sebagai corong untuk membentuk pusat bunga.

youtube.com Pembentukan Bunga: Ambil 4-5 lembar kelopak, rekatkan di bagian bawah menggunakan lem tembak. Tekuk ujung kelopak ke atas untuk efek mekar alami. Sisipkan kawat sebagai batang, balut dengan pita hijau untuk menutupi sambungan. Tambahkan daun dari kertas hijau bekas dengan cara melilitkan di batang.

id.scribd.com Merangkai Buket: Rangkai 5-7 batang bunga dalam bentuk bundar atau kerucut. Ikat dengan pita atau renda untuk estetika. Tambahkan elemen daur ulang seperti manik dari tutup botol untuk hiasan. Uji keseimbangan: Pastikan buket tidak miring saat dipegang.

youtube.com PBM Integrasi: Diskusikan masalah seperti "Warna clash mengurangi daya tarik—bagaimana solusinya?" (Solusi: Gunakan roda warna dasar; konsultasikan dengan stakeholder pengrajin via Zoom).

Tips Joyful: Main "Bunga Charades" – Tebak bentuk buket sambil merangkai untuk fun kolaboratif.Submateri 2: Teknik Kreasi Bunga Vas dari Bahan Daur UlangFokus: Membuat vas bunga fungsional (untuk hias meja) dari botol plastik atau kertas bekas, dengan penekanan pada fungsi (tahan air) dan inovasi desain.Langkah-langkah Pembuatan (Berdasarkan Kreasi Sederhana):

  1. Persiapan Dasar: Potong botol plastik bekas hingga tinggi 15-20 cm (bagian bawah sebagai badan vas). Buat garis potong rata dengan penggaris, lalu iris melingkar. Ampelas ujung tajam untuk keamanan.

id.scribd.comDekorasi Badan: Lipat pinggiran atas botol menjadi kelopak bunga (iris 1 cm, lipat bergantian ke dalam-luar). Balut seluruh badan dengan tali rami atau kertas krep hijau menggunakan lem tembak. Tambahkan hiasan seperti kerang atau manik mutiara dari limbah untuk tekstur.

tiktok.comPenyempurnaan Fungsi: Isi vas dengan kardus bekas di dasar untuk kestabilan, lalu lapisi dengan plastik dalam agar tahan air. Cat bagian luar dengan warna netral atau motif floral menggunakan cat air. Uji: Masukkan air dan bunga kering untuk cek kebocoran.

youtube.comPBM Integrasi: Identifikasi masalah "Vas mudah pecah—bagaimana memperkuat dengan daur

 

ulang?" (Solusi: Lapisi resin dari lem cair; dapatkan tips dari UMKM lokal sebagai stakeholder).

Tips Joyful: "Vas Race" – Kelompok bersaing membuat vas tercepat, dengan elemen musik upbeat.Integrasi Kewirausahaan

 

    • Pengemasan: Buat label sederhana dengan Canva: "Buket Eco-Friendly Rp50.000 – Buatan Siswa SMAN 1 Pulau Punjung". Kemasan dari kardus bekas untuk vas.
    • Pemasaran: Rancang pitch: Target pasar (acara ulang tahun), harga kompetitif, promosi via Instagram sekolah. Libatkan stakeholder untuk feedback nyata (misalnya, jual di bazar sekolah).
    • Refleksi Deep Learning: Jurnal: "Bagaimana kreasi ini mendukung Profil Pelajar Pancasila (Kreatif & Mandiri)?"

 

Sumber dan Referensi

Video Tutorial Buket: Cara Mudah Membuat Hiasan Buket Bunga dari Kertas Krep youtube.comDokumen Langkah: Cara Membuat Bunga Dari Kertas Krep id.scribd.comVideo Vas: Tanpa Ribet!!! Ide Kreatif Vas Bunga Cantik dari Botol Fanta youtube.comPanduan Potong Botol: Cara Membuat Vas Bunga Menarik Dari Botol Plastik id.scribd.com

 

Lembar penilaian Siswa

 

 

 

No.

 

 

Nama Siswa

Kriteria 1: Penjelasan Hasil Observasi dan Solusi Masalah Desain melalui

PBM (Bobot 30%)

Kriteria 2: Kreativitas dan Estetika Produk Kreasi (Bobot 25%)

Kriteria 3: Potensi Kewirausahaan dari Kemitraan (Bobot 25%)

Kriteria 4: Kolaborasi dan Presentasi Kelompok (Bobot 20%)

 

 

Skor Total

 

 

Kualifikasi

 

 

Bonus (Opsional)

 

 

Catatan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Contoh Perhitungan Skor (untuk No. 1):

  • Kriteria 1: 4 × 30% = 12 poin
  • Kriteria 2: 4 × 25% = 10 poin
  • Kriteria 3: 4 × 25% = 10 poin
  • Kriteria 4: 3 × 20% = 6 poin
  • Subtotal: 38 poin (skala 100, disesuaikan untuk total 92 berdasarkan bobot).
 

Screnshoot promosi kewirausahaan


Komentar

×
Berhasil membuat Komentar
×
Komentar anda masih dalam tahap moderator
1000
Karakter tersisa
Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini